Disusun Oleh : AMF
Ada 2 jenis proses alam yaitu yang bersumber dari
dalam bumi yang disebut proses endogen dan yang berasal dari luar bumi yang
disebut proses eksogen.
Gaya asal dalam (endogen) yaitu gaya tektonik yang
menyebabkan deformasi pada kerak bumi. Manifestasi dari gaya endogen yaitu
letusan gunung berapi dan gempa bumi yang dapat menimbulkan goncangan dan
pergeseran dari permukaan,pada gilirannya gempa dapat memicu longsor di daerah
dan lerengnya curam dengan keadaan batu uncocsolidae. Letusan gunungapi akan
menghasilkan bahan baru yang berasal dari dalam bumi yang disebut dengan
material piroklasik, erupsi yang eksplosif akan membentu suatu danau kawah yang
akan menghasilkan lahar letusan.
Gaya asal luar (eksogen) yang terdiri dari
faktor-faktor iklim ; hujan, angin dan perubahan temperature batuan mengalami
pelapukan (weathering), pelapukan batuan akan memberikan gambaran tentang
uraian bentuk variasi roman permukaan yang berlandaskan kepada karakteristik
batuan penyusunnya, serta proses agradasi dan degradasi yang semuanya dilandasi
latar belakang kondisi geologi sebelumnya, yang disebut dengan proses-proses
geomorfologi.
Pengrusakan bentuk muka bumi oleh tenaga eksogen berupa pelapukan, pengikisan
(erosi) dan pengendapan.
Adapun
contoh bentang alam yang dipengaruhi oleh faktor endogen adalah Danau Maninjau
Danau Maninjau adalah sebuah danau di kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, provinsi Sumatera Barat, Indonesia. Danau ini terletak sekitar 140 kilometer sebelah utara Kota
Padang, ibukota Sumatera Barat, 36 kilometer dari Bukittinggi, 27 kilometer dari Lubuk Basung, ibukota Kabupaten Agam. Danau ini terletak pada
Koordinat 0°19`LU 100°12`BT 0.317°LS 100.2°BT, dengan luas permukaan 99,5 km persegi.
Maninjau yang merupakan danau vulkanik ini berada di ketinggian 461,50 meter di atas permukaan laut. Luas Maninjau
sekitar 99,5 km² dan memiliki kedalaman maksimum 495 meter. Cekungannya
terbentuk karena letusan gunung yang bernama Sitinjau (menurut legenda
setempat), hal ini dapat terlihat dari bentuk bukit sekeliling danau yang menyerupai
seperti dinding.
Danau Maninjau merupakan sumber air untuk
sungai bernama Batang Sri
Antokan. Di salah satu bagian danau yang merupakan
hulu dari Batang Sri Antokan terdapat PLTA Maninjau. Puncak tertinggi diperbukitan sekitar Danau Maninjau
dikenal dengan nama Puncak Lawang. Untuk bisa mencapai Danau Maninjau jika dari arah Bukittinggi maka akan melewati jalan berkelok-kelok yang dikenal
dengan Kelok 44 sepanjang kurang lebih 10 km mulai dari Ambun Pagi
sampai ke Maninjau.
Danau ini tercatat sebagai danau terluas
kesebelas di Indonesia. Sedangkan di Sumatera Barat, Maninjau merupakan danau
terluas kedua setelah Danau Singkarak yang memiliki luas 129,69 km² yang berada di dua
kabupaten yaitu Kabupaten Tanah
Datar dan Kabupaten Solok. Di sekitar Danau Maninjau terdapat fasilitas wisata,
seperti Hotel(Maninjau Indah Hotel, Pasir Panjang Permai) serta penginapan dan restoran.
Adapun contoh bentang alam yang dipengaruhi
oleh faktor eksogen ialah Dolina
Dolina
adalah lubang-lubang yang berbentuk corong. Dolina dapat terjadi karena erosi
(pelarutan) atau karena runtuhan. Dolina terdapat hampir di semua bagian
pegunungan kapur di Jawa bagian selatan, yaitu di Pegunungan Seribu.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar