Senin, 28 September 2015

Bentang Alam yang Dipengaruhi Oleh Proses Endogen dan Eksogen


Disusun Oleh : AMF

Ada 2 jenis proses alam yaitu yang bersumber dari dalam bumi yang disebut proses endogen dan yang berasal dari luar bumi yang disebut proses eksogen.
Gaya asal dalam (endogen) yaitu gaya tektonik yang menyebabkan deformasi pada kerak bumi. Manifestasi dari gaya endogen yaitu letusan gunung berapi dan gempa bumi yang dapat menimbulkan goncangan dan pergeseran dari permukaan,pada gilirannya gempa dapat memicu longsor di daerah dan lerengnya curam dengan keadaan batu uncocsolidae. Letusan gunungapi akan menghasilkan bahan baru yang berasal dari dalam bumi yang disebut dengan material piroklasik, erupsi yang eksplosif akan membentu suatu danau kawah yang akan menghasilkan lahar letusan.
Gaya asal luar (eksogen) yang terdiri dari faktor-faktor iklim ; hujan, angin dan perubahan temperature batuan mengalami pelapukan (weathering), pelapukan batuan akan memberikan gambaran tentang uraian bentuk variasi roman permukaan yang berlandaskan kepada karakteristik batuan penyusunnya, serta proses agradasi dan degradasi yang semuanya dilandasi latar belakang kondisi geologi sebelumnya, yang disebut dengan proses-proses geomorfologi. Pengrusakan bentuk muka bumi oleh tenaga eksogen berupa pelapukan, pengikisan (erosi) dan pengendapan.

Adapun contoh bentang alam yang dipengaruhi oleh faktor endogen adalah  Danau Maninjau


Danau Maninjau adalah sebuah danau di kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, provinsi Sumatera Barat, Indonesia. Danau ini terletak sekitar 140 kilometer sebelah utara Kota Padang, ibukota Sumatera Barat, 36 kilometer dari Bukittinggi, 27 kilometer dari Lubuk Basung, ibukota Kabupaten Agam. Danau ini terletak pada Koordinat 0°19`LU 100°12`BT 0.317°LS 100.2°BT, dengan luas permukaan 99,5 km persegi.
Maninjau yang merupakan danau vulkanik ini berada di ketinggian 461,50 meter di atas permukaan laut. Luas Maninjau sekitar 99,5 km² dan memiliki kedalaman maksimum 495 meter. Cekungannya terbentuk karena letusan gunung yang bernama Sitinjau (menurut legenda setempat), hal ini dapat terlihat dari bentuk bukit sekeliling danau yang menyerupai seperti dinding.
Danau Maninjau merupakan sumber air untuk sungai bernama Batang Sri Antokan. Di salah satu bagian danau yang merupakan hulu dari Batang Sri Antokan terdapat PLTA Maninjau. Puncak tertinggi diperbukitan sekitar Danau Maninjau dikenal dengan nama Puncak Lawang. Untuk bisa mencapai Danau Maninjau jika dari arah Bukittinggi maka akan melewati jalan berkelok-kelok yang dikenal dengan Kelok 44 sepanjang kurang lebih 10 km mulai dari Ambun Pagi sampai ke Maninjau.
Danau ini tercatat sebagai danau terluas kesebelas di Indonesia. Sedangkan di Sumatera Barat, Maninjau merupakan danau terluas kedua setelah Danau Singkarak yang memiliki luas 129,69 km² yang berada di dua kabupaten yaitu Kabupaten Tanah Datar dan Kabupaten Solok. Di sekitar Danau Maninjau terdapat fasilitas wisata, seperti Hotel(Maninjau Indah Hotel, Pasir Panjang Permai) serta penginapan dan restoran.

Adapun contoh bentang alam yang dipengaruhi oleh faktor eksogen ialah Dolina


Dolina adalah lubang-lubang yang berbentuk corong. Dolina dapat terjadi karena erosi (pelarutan) atau karena runtuhan. Dolina terdapat hampir di semua bagian pegunungan kapur di Jawa bagian selatan, yaitu di Pegunungan Seribu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar